Langsung ke konten utama

Pengantar Novel the series of Banjir Samarinda Safari Yaang

Novel the series of Banjir Samarinda Safari Yaang

Pengantar Sedikit

Novel berlatar Kota Samarinda ini saya harap bisa memperlihatkan pentingnya humor dan lelucon bagi kemanusiaan dan peradaban di tengah permasalahan kota yang tak kunjung usai. Masalah banjir seakan sudah menjadi akar besar pohon beringin tua di Samarinda : sulit diselesaikan.

Sebagai jurnalis, saya sadar, sangat banyak berita yang ditulis oleh kawan-kawan tentang banjir Samarinda. Terutama saat momen penting tak terlupakan, banjir Samarinda seusai Idulfitri 1440 Hijriah, tepatnya pada 9 Juni 2019. Sekitar lima hari banjir itu tak kunjung pergi.

Tapi memang kita harus sabar, banjir itu tak kunjung hilang. Sampai akhirnya seorang pemuda Samarinda menunjukkan aksinya melakukan surfing --yang seharusnya di laut-- di tengah banjir, di daerah Vorvoo, Jalan Pembangunan, Samarinda.

Sejak melihat video itu, saya juga terpacu untuk membuat suatu karya yang terinspirasi dari banjir Samarinda. Tidak mencari viral. Hanya untuk berekspresi dalam melakukan kritik atas keresahan yang sama.

Jeng.. Jeng... Lahirlah ide membuat novel ini. Maka saya lakukan dengan sepenuh hati.

Tolong, tertawalah yang lepas bila memang lucu. Tersenyumlah bila senang. Jangan ragu untuk marah bila memang novel ini membuat hati Anda tercabik. Tapi, kabarkan ke saudara dan kerabat Anda bila novel ini menarik dan penting. Bila novel ini gak penting, kabarkan juga kepada mereka bahwa novel ini tidak penting. 😜

Ini hanya novel fiksi, tapi terinspirasi fenomena nyata, yaitu musibah banjir. Tidak ada maksud dan tujuan penghinaan atau pencelaan bila terjadi kemiripan atau kesamaan nama atau karakter. Salam satu aspal (gaya amor dulu)!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencoba Sensasi "Krenyes" Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk

YOGYAKARTA - Rumah makan yang satu ini sangat pas dengan lidah Indonesia. Sajian dengan ciri khas ayam presto, cukup bisa membuat lidah bergoyang. Tulang ayam renyah, mudah digigit. Ketika masuk perut, seperti tak memakan tulang. Ya, itu memang hal umum di Indonesia, namun tetap selalu menarik. Kalimat "bukan ayam goreng biasa" di depan resto bisa memanggilmu Letak rumah makan ini mudah dijumpai di Sleman,  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Untuk kali ini, saya mengunjunginya di Mal Amplas, Sleman, Rabu (27/6).  Keluarga saya (kali ini bersama istri, dua mertua, ipar, dan dua keponakan) memang suka jajan makan di luar. Rekomendasi kuliner dari mereka, terlebih bila di Jogja, selalu bisa dipercaya. Nasi ayam presto Nasi ayam presto yang saya makan memang enak dan langsung hancur krenyesss di mulut. Tapi, rasa asinnya lebih banyak ketimbang manis ayam, cocok untuk penderita hipertensi. Beberapa menu unggulan lainnya yaitu, ayam presto telur asin, gurame tulang terbang...

Novel Banjir The Series

Novel Banjir The Series Judul: Terjebak Kenangan Yaang di Banjir Samarendah ---Wali Kota di Prancis--- "Samarendah Banjir 3 Hari, Safari Yaang Menghilang" Demikian judul headline berita sebuah koran swasta di Kota Samarendah, Provinsi Kalimantan Timur, setelah momen Idulfitri, pada 12 Juni 2019. Isi beritanya menghabisi Wali Kota Samarendah yang bernama Safari Yaang itu. "Pak Yaang Ternyata Liburan di Prancis, Banjir Samarendah Makin Tinggi" Kalimat di atas menjadi judul utama di koran Kaltim Bos itu lagi pada esoknya. Betapa pusing kepala para pejabat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Samarendah kala membaca berita itu. Takut dikira tidak bekerja, karena media memberitakan menyerang wali kota, tanpa konfirmasi ke kepala Dinas PU, Karismo. "Cepat cari wartawan bodoh itu," perintah Karismo kepada stafnya, selepas membaca koran edisi 13 Juni 2019. "Siap pak. Saya segera datangkan wartawan itu," jawabku dari depan pintu di ruangan kepala dinas....

Makan dan Jalan di Luar Kota

Makan-makan, jalan-jalan.. . Dulu setiap aku sambang ke Samarinda selalu ada rasa khawatir. "Takut diliat orang kantor," ujarku kepada seorang kawan. Itu alasan kenapa aku setiap jalan ke mal di Samarinda selalu pake kaca mata dan topi. Biar aku tersamarkan. Biar dianggap gak bolos dari tanggung jawab kerja di Kota Tambang. Sedemikian itu loh menjaga prinsip dalam bekerja. Ckck.. Begitu juga yang dilakukan kawan2 yg bertugas di Biro. Baik di lingkungan internal maupun eksternal. Semua kontributor itu punya keresahan yang sama. Percayalah. Sekarang, saat mengupload foto ini, hatiku sempat resah. Maklum, kebiasaan menjaga image. Tapi aku langsung tersadar : oh iya ya Aku kan gak di situ lagi.. Saya yang terkena arus migrasi ini, memiliki rasa bahagia ketika bisa mengupload foto di mal tanpa ada rasa bersalah.. Haha.. Sekian lah dulu.. Salam Iduladha + HUT RI 74