Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Makan dan Jalan di Luar Kota

Makan-makan, jalan-jalan.. . Dulu setiap aku sambang ke Samarinda selalu ada rasa khawatir. "Takut diliat orang kantor," ujarku kepada seorang kawan. Itu alasan kenapa aku setiap jalan ke mal di Samarinda selalu pake kaca mata dan topi. Biar aku tersamarkan. Biar dianggap gak bolos dari tanggung jawab kerja di Kota Tambang. Sedemikian itu loh menjaga prinsip dalam bekerja. Ckck.. Begitu juga yang dilakukan kawan2 yg bertugas di Biro. Baik di lingkungan internal maupun eksternal. Semua kontributor itu punya keresahan yang sama. Percayalah. Sekarang, saat mengupload foto ini, hatiku sempat resah. Maklum, kebiasaan menjaga image. Tapi aku langsung tersadar : oh iya ya Aku kan gak di situ lagi.. Saya yang terkena arus migrasi ini, memiliki rasa bahagia ketika bisa mengupload foto di mal tanpa ada rasa bersalah.. Haha.. Sekian lah dulu.. Salam Iduladha + HUT RI 74

Gubug Makan Mak Engking Jogja

Rumah makan satu ini boleh dibilang sangat recommended jika berkunjung ke Yogyakarta. Gubuk Makan Mak Engking menyediakan berbagai masakan nusantara yang kaya rasa. RAYMOND CHOUDA,  Yogyakarta Saya kali ini datang untuk ketiga kalinya ke RM Mak Engking, Jumat (5/7/19) malam. Makan malam keluarga. Cerita singkat ini semoga mewakili rasa yang telah saya cicipi di Resto bernuansa Jogja modern ini. Resto yang memiliki design castle dari tampak luar ini, terletak di Jalan Soragan, Nomor 13, Kembang, Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Makanan yang recommended, yang juga kami pesan, adalah ragam seafood. Paket makan keluarga besar ini menghadirkan ikan gurame dengan beberapa pilihan bumbu. Ada bumbu pedas asem manis, hingga bumbu madu manis. Tak hanya itu, ada juga udang goreng jumbo rasa original, hingga sate udang madu. Disajikan dalam gaya lalapan, dengan beberapa pilihan minuman ala nusantara. Bukan sekedar makanan yang rasanya dijamin ...

Novel Banjir The Series

Novel Banjir The Series Judul: Terjebak Kenangan Yaang di Banjir Samarendah ---Wali Kota di Prancis--- "Samarendah Banjir 3 Hari, Safari Yaang Menghilang" Demikian judul headline berita sebuah koran swasta di Kota Samarendah, Provinsi Kalimantan Timur, setelah momen Idulfitri, pada 12 Juni 2019. Isi beritanya menghabisi Wali Kota Samarendah yang bernama Safari Yaang itu. "Pak Yaang Ternyata Liburan di Prancis, Banjir Samarendah Makin Tinggi" Kalimat di atas menjadi judul utama di koran Kaltim Bos itu lagi pada esoknya. Betapa pusing kepala para pejabat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Samarendah kala membaca berita itu. Takut dikira tidak bekerja, karena media memberitakan menyerang wali kota, tanpa konfirmasi ke kepala Dinas PU, Karismo. "Cepat cari wartawan bodoh itu," perintah Karismo kepada stafnya, selepas membaca koran edisi 13 Juni 2019. "Siap pak. Saya segera datangkan wartawan itu," jawabku dari depan pintu di ruangan kepala dinas....

Pengantar Novel the series of Banjir Samarinda Safari Yaang

Novel the series of Banjir Samarinda Safari Yaang Pengantar S edikit Novel berlatar Kota Samarinda ini saya harap bisa memperlihatkan pentingnya humor dan lelucon bagi kemanusiaan dan peradaban di tengah permasalahan kota yang tak kunjung usai. Masalah banjir seakan sudah menjadi akar besar pohon beringin tua di Samarinda : sulit diselesaikan. Sebagai jurnalis, saya sadar, sangat banyak berita yang ditulis oleh kawan-kawan tentang banjir Samarinda. Terutama saat momen penting tak terlupakan, banjir Samarinda seusai Idulfitri 1440 Hijriah, tepatnya pada 9 Juni 2019. Sekitar lima hari banjir itu tak kunjung pergi. Tapi memang kita harus sabar, banjir itu tak kunjung hilang. Sampai akhirnya seorang pemuda Samarinda menunjukkan aksinya melakukan surfing --yang seharusnya di laut-- di tengah banjir, di daerah Vorvoo, Jalan Pembangunan, Samarinda. Sejak melihat video itu, saya juga terpacu untuk membuat suatu karya yang terinspirasi dari banjir Samarinda. Tidak mencari viral. Hanya untu...

Salam Kenal Blog Random Ini

Salam perkenalan dulu. Ini blog cuma untuk menulis iseng aja. Tidak akan saya pastikan di blog ini semua tulisan menggunakan EYD yang benar sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Karena tujuan menulis di sini hanya penumpahan pikiran. Pokoknya seenak hatiku. Sedikit cerita.. Dulu pada zaman SMA, kemudian masuk kuliah, aku beberapa kali menulis catatan yang tak tentu arah. Semacam randomisasi aja. Tentang kebencianku pada suatu hal, ketidakmampun, kadang putus asa, hingga tentang putus cinta. Hal itu akhirnya menjadi kebiasaan. Tapi yang jelas, tulisan tentang putus cinta itu sudah kubuang ke tempat sampahhh. Ternyata akhirnya kebiasaan menulis itu membuatku terbiasa menulis. Akhirnya terhubung dengan profesiku sebagai jurnalis saat ini. Hebat juga, gak nyangka Allah sudah mengaturnya. Kembali ke laptop Tukul Arwana.. Saya umumkan kembali, bahwa blog ini hanya bersifat pribadi. Bahkan saya tidak ada niatan untuk mempopulerkan blog ini. Jadi bagi Anda yang tak sengaja membacanya, sebaikn...